Text
Di Pinggir Kolam, Mengaji Kepada Ikan-Ikan
Sejak tahun 2013, ada banyak peristiwa yang melingkupi kehidupan saya; mengajar di PAUD, SD, atau SMP, putus sekolah, melanjutkan kuliah, bertemu punggawa Lesbumi Cilacap, membentuk Pojok Pustaka, setiap jadwal kuliah bolak-balik Palugon-Majenang melewati hujan deras, kabut yang menutupi perjalanan (saya pernah celaka karena ini) dan lain sebagainya telah memberikan ruang hidup imajinasi, perasaan pada puisi-puisi yang hadir dalam buku ini dengan melingkupi setidaknya tiga hal besar.
Pertama, perihal ketuhanan: Di Pinggir Kolam; Mengaji Kepada Ikan-Ikan; Merayu Sepanjang Malam; Doa Orang Saleh; Doa Orang Sesat; Perempuan Yang Jarang Mandi; Mengintip Mandi Di Kali;
Kedua, perihal cinta: Saturasi, Memeriksa Kecemburuan Ibu, Menaksir Kembali Pola Kita Jatuh Cinta, Cerita Hujan Pertama Untuk Naiku, Obrolan Hakim Keluarga; Ibu, Rasa Cintanya Pada Menantu; Aku Selalu Ingin Mencintaimu, Aroma Tubuhmu;
Ketiga, perihal tempat; Palugon, Pintu Masuk Sebuah Kota; Palugon; Wajah Tanggung Kali Cilumbu; Perihal Kampung Batu; Sungai Cinta Para Pencari Suaka; Bandulan; Laguna Dodo; Melewati Pasar Karang Gendot.
| PMBB0083 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain