Text
Balada Bidadari
Jika cinta hanya berkutat pada hubungan kasih antar lawan jenis itu sudah biasa. Namun jika cinta tersebut dijalani dalam berbagai peristiwa bersamaan dengan kisah-kisah yang mendalamkan perasaan cinta itu sendiri, akan berkembang menjadi sebuah hal yang tentu menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi kejadian-kejadian tersebut akan mengekalkan hubungan, di sisi lain, jika merasa terbebani dengan masalah, cinta akan bertindak bodoh dan menimbulkan kematian yang konyol.
Di sinilah pembaca karya sastra di samping mengetahui ?hitam-putih?, juga selayaknya mengenal ?warna lain? selain itu. Pembaca tidak hanya dicerahkan oleh sebuah kisah, namun juga bisa dicerdaskan melalui karya tersebut.
Seperti banyak kita tahu bahwa kisah cinta tidak akan lekang oleh waktu. Dan kepiawaian Yuditeha dalam meramu berbagai kisah cinta dalam berbagai sudut pandang akan mercerdaskan pembaca dalam meluaskan penafsiran tentang cinta. 20 cerita cinta dalam Balada Bidadari ini buktinya.
Jika cinta mampu membuat orang bersepakat menjadi gila, tentu itu memungkinkan demi melancarkan kisah cinta yang tidak direstui. Dalam Kesepakatan Gila (hal. 1) dan Kesepakatan Gila 2 (hal. 123) menggambarkan hal tersebut ketika sepasang kekasih harus bersepakat berbuat gila demi mendapat restu dari orang tua.
| PMBB0129 | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Tidak tersedia versi lain