PERPUSTAKAAN MAN BANDUNG BARAT

OPAC Perpustakaan Man Bandung Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Al-Wala' Wal-Bara: Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam

Text

Al-Wala' Wal-Bara: Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam

Muhammad Said Al-Qahthani - Nama Orang;

Di dalam Kitabullah tidak ada hukum yang dalilnya lebih banyak dan lebih jelas melebihi hukum ini; Al-Wala' wal Bora, setelah diwajibankannya tauhid dan diharamkannya syirik.
- Syekh Hamd bin Atiq rahimahullah


Wabah akidah yang hari ini banyak menjangkiti manusia adalah penyetaraan segala agama dan keyakinan. Semua agama dianggap benar. Akhirnya, toleransi pun kebablasan, menerjang dinding-dinding ideologi yang telah digariskan. Atas nama toleransi, pemahaman ini mengharamkan kita membenci keyakinan orang lain. Tak boleh ada keresahan apalagi kebencian terhadap hal-hal yang bertentangan dengan syiar dan syariat Islam.

Pelan namun pasti, pada diri seorang Muslim yang terjebak pada pemahaman seperti ini akan tumbuh rasa cinta kepada simbol atau individu yang ingkar kepada tauhid. Pada saat bersamaan, otomatis akan muncul pula perasaan jengah, gusar dan--akhirnya--benci kepada mereka yang berusaha komitmen terhadap tauhid; -dengan berbagai dalih seperti ekslusivisme, intoleransi dan radikalisme. Bandul pun berbalik. Yang seharusnya dicinta, dibenci; yang harusnya dibenci kini dicintai. Bila tak segera diatasi, virus ini dapat melenyapkan keislaman pada diri seseorang, hingga hanya tersisa nama dan identitas semata, tanpa ruh.

Persoalan Al-Wala' wal Bara' (loyalitas, kecintaan versus kebencian, berlepas diri) adalah konsekuensi ketika seseorang mengikrarkan syahadat. Di saat ia mengakui Allah sebagai satu-satunya Zat yang berhak diibadahi, ia harus meyakini bahwa sesembahan selain-Nya adalah batil dan sesat. Meski ada perintah untuk bersikap baik dan adil kepada fisik orang kafir bukan berarti menoleransi kesesatan keyakinannya.

Buku ini mengupas pemahaman yang sudah banyak terkikis dari umat Islam tersebut. Menjelaskan dengan komplit definisi Al-Wala' wal Bara,' konsekuensi dan implementasinyabaik di masa Salafusshaleh maupun kehidupan kita hari ini. Penulis juga memberikan garis haluan bagaimana seorang Muslim berinteraksi dengan kafir. Kedalaman isi, kelengkapan dalil dan keutuhan pembahasan membawa Penulis buku ini meraih gelar cumlaude pada program Magister di Universitas Ummul Qura, Mekkah.


Ketersediaan
ALQ0164Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.31 QAT a
Penerbit
Jakarta : Ummul Qura., 2013
Deskripsi Fisik
illus, 17 x 24 cm.; 480 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-7637-08-5
Klasifikasi
297.31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
I
Subjek
Agama Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muhammad Said Al-Qahthani
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN MAN BANDUNG BARAT
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan MAN Bandung Barat merupakan perpustakaan di lingkungan MAN Bandung Barat yang berperan untuk menunjang proses pembelajaran di MAN Bandung Barat melalui berbagai program dan koleksi menarik

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik