Text
Al-Wala' Wal-Bara: Konsep Loyalitas & Permusuhan dalam Islam
Di dalam Kitabullah tidak ada hukum yang dalilnya lebih banyak dan lebih jelas melebihi hukum ini; Al-Wala' wal Bora, setelah diwajibankannya tauhid dan diharamkannya syirik.
- Syekh Hamd bin Atiq rahimahullah
Wabah akidah yang hari ini banyak menjangkiti manusia adalah penyetaraan segala agama dan keyakinan. Semua agama dianggap benar. Akhirnya, toleransi pun kebablasan, menerjang dinding-dinding ideologi yang telah digariskan. Atas nama toleransi, pemahaman ini mengharamkan kita membenci keyakinan orang lain. Tak boleh ada keresahan apalagi kebencian terhadap hal-hal yang bertentangan dengan syiar dan syariat Islam.
Pelan namun pasti, pada diri seorang Muslim yang terjebak pada pemahaman seperti ini akan tumbuh rasa cinta kepada simbol atau individu yang ingkar kepada tauhid. Pada saat bersamaan, otomatis akan muncul pula perasaan jengah, gusar dan--akhirnya--benci kepada mereka yang berusaha komitmen terhadap tauhid; -dengan berbagai dalih seperti ekslusivisme, intoleransi dan radikalisme. Bandul pun berbalik. Yang seharusnya dicinta, dibenci; yang harusnya dibenci kini dicintai. Bila tak segera diatasi, virus ini dapat melenyapkan keislaman pada diri seseorang, hingga hanya tersisa nama dan identitas semata, tanpa ruh.
Persoalan Al-Wala' wal Bara' (loyalitas, kecintaan versus kebencian, berlepas diri) adalah konsekuensi ketika seseorang mengikrarkan syahadat. Di saat ia mengakui Allah sebagai satu-satunya Zat yang berhak diibadahi, ia harus meyakini bahwa sesembahan selain-Nya adalah batil dan sesat. Meski ada perintah untuk bersikap baik dan adil kepada fisik orang kafir bukan berarti menoleransi kesesatan keyakinannya.
Buku ini mengupas pemahaman yang sudah banyak terkikis dari umat Islam tersebut. Menjelaskan dengan komplit definisi Al-Wala' wal Bara,' konsekuensi dan implementasinyabaik di masa Salafusshaleh maupun kehidupan kita hari ini. Penulis juga memberikan garis haluan bagaimana seorang Muslim berinteraksi dengan kafir. Kedalaman isi, kelengkapan dalil dan keutuhan pembahasan membawa Penulis buku ini meraih gelar cumlaude pada program Magister di Universitas Ummul Qura, Mekkah.
| ALQ0164 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain