Text
Laut Pasang 1994 : Bagaimanapun Takdirnya nanti. Tujuh Raga Akan Tetap Satu Jiwa
ahun 1994 adalah tahun paling menyakitkan bagiku. Bahkan, bagi warga di kampungku. Kejadian yang tak disangka kehadirannya merenggut banyak senyum dan kebahagiaan.
Aku yang keras kepala dan egois seperti Pada peristiwa 2 Juni 1994, aku mendapat balasan atas semua perbuatanku. Malam itu riuh suara air naik dengan cepat ke daratan, teriakan, jeritan, dan reruntuhan barang yang saling berbenturan. Aku bersusah payah meneriaki satu persatu nama ketujuh anakku hanyut diempas air malam itu. yang dicambuk oleh takdir.
| PMBB01600 | 813 LIL l | My Library (Kesusastraan) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-02-05) |
Tidak tersedia versi lain